Tampilkan postingan dengan label work. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label work. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Januari 2013

Tentang Ilmu kebaikan : The Moral of Every Stories

“Dan barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji zarah niscaya ia akan menerima pahalanya, dan barangsiapa yang melakukan keburukan sebesar biji zarah niscaya ia akan menerima balasannya.” (Qs. Az-Zalzalah: 7-8)

Beberapa waktu yang lalu, saya membaca update status seorang teman melalui akun socmed-nya, kurang lebih dia mengatakan bahwa saat ini banyak tokoh politik yang seperti beradu-adu melakukan aksi sosial ke jalan.

Tidak tahu apakah tujuannya karena kepedulian, atau karena ingin mencari simpati di pemilihan yang akan datang. Tapi yang patut dijadikan hikmah adalah fakta bahwa Kebaikan Itu Menular.


Bayangkan, satu orang melakukan kebaikan, kemudian yang lain tidak mau kalah, dan melakukan kebaikan lain, kemudian semua orang beradu-adu melakukan kebaikan...

Tanpa disadari semakin banyak hal positif yang dapat diterima oleh sekitar, karena kebaikan itu akan terus mengalir, dari satu pihak diteruskan ke pihak lain.

Seperti contoh dalam video yang sangat menyentuh ini tentang Kindness Boomerang

I really recommend you to watch. It's very touchy.

"People are basically kind, they just sometimes didn't think it matter to be nice"

Saya bersyukur karena dalam hidup ini saya banyak belajar dari apa yang terjadi di sekitar.

Saya beruntung karena dikasih kesempatan untuk belajar, memiliki kemampuan, dan mempunyai antusias, serta keingin tahuan tentang banyak hal.

Karena setiap hari banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran. Semua itu ilmu. 

Ilmu Hidup.

Semakin kemari saya semakin menyadari betapa saya mencintai ilmu, apapun bentuknya, apapun spesialisasinya, saya suka mencari ilmu.

That is why, meski masih jauh dari kata "expert", tapi saya mau terus berbagi ilmu itu, sedikit. atau banyak, setahu saya, disini atau di jejaring sosial lain yang saya punya.

Karena berbagi ilmu itu kebaikan, dan kebaikan itu menular.


Seperti yang tertulils di Al Quran:

"Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik utk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat maka (kerugian) itu untuk dirimu sendiri." (Q.s Al-Isra 17 : 17).

Semoga dari 1 hal kecil, bisa menjadi hal yang besar, dengan kesadaran dan kepedulian kita.

Sharing is caring, so share your kindness dear friends... believe it wont stop in you.


***

Jumat, 21 Oktober 2011

CAREER WOMEN, WHY NOT?

Ladies, Wanita karir, dalam segala levelnya, kian hari kian cemerlang. Mulai dari pimpinan negara, top executive, hingga kondektur bus bahkan tukang becak sekarang sudah ada yang dilakoni oleh kaum wanita. Hingga kini boleh dibilang nyaris tidak ada jenis profesi yang belum terambah oleh kaum hawa.

Memasuki era globalisasi dimana emansipasi terhadap wanita semakin tinggi, banyak wanita yang meninggalkan kehidupannya sebagai makhluk rumah sejati, mengurus anak dan suami, untuk kemudian bekerja dan ikut berperan menafkahi keluarga.

Ada yang berpendapat wanita bekerja sebagai hal yang baik, namun ada juga yang atas nama agama menganggap hal ini adalah pemberontakan terhadap kodrat perempuan.

What do you think ladies? Apa saja problem yang dihadapi wanita dalam mengejar karier? Bagaimana mereka mengatasinya? Dan bagaimana pendapat pria mengenai wanita karier?

Keep going, because if you miss last episode of #LadiesTalk on Fresh Radio 96.9 FM, here are what we discuss…

WHY WOMEN CHASE CAREER??

Banyak hal dibalik alasan kita untuk tetap berkarir, my reasons might be different with yours, and most men might not understand this, but a girls gotta do what a girls gotta do, right?

1. Earn money to make a living;

This would be the No.1 and most common reason for women to stay working, because we have to make a living, for ourselves, for our family, or maybe for our kids. There are times when we are tired of hitting the road early in the morning and coming home almost midnight for work, and wish, that we could just simply lucky to be rich, so we can wake up whenever we want and do whatever we feel like doing. But life is not that easy, and u gotta keep going, no matter what.

2. Passion;

They say, if we do what we love, we never feel like working. It’s passion. We’re doing it for the sake of loving it, money is just something followed. Hmm, how envy you are with this reasons?? J I know I am. Hehe..

3. Independent;

Pernah ngga kita merasa we need to get out of from parents & family, supaya ga ada yang bisa mengatur hidup kita? This one is also the reasons most women work. We want to have our privacy. Dengan bekerja dan menghasilkan uang kita bisa hidup berpisah dari keluarga dan menjalani hidup mandiri tanpa terlalu dicampuri.

4. Better income;

So I say, pernah terlintas dikepala untuk mencoba bekerja dari rumah, doing MLM business, online shopping, and many of others, but maybe i'm just bad at those, because none of that can get me better income than working out-there. Plus with the kids around, it’s really difficult to get focus.

5. Memaksimalkan latar belakang pendidikan;

“Sayang kuliah tinggi-tinggi, cuma berakhir di dapur”

This would be what most parents say, dan beberapa dari kita yang memang bukan wanita “rumahan” pikirkan, ketika seseorang menikah, mempunyai anak kemudian memutuskan untuk berhenti bekerja. Bukan berarti menjadi ibu rumah tangga itu pekerjaan yang gampang lho ya, because I personally experienced it, and its not as easy as a-b-c, believe me, handling kids is waaaaaaaaaaaaaaaaay more complicated & stressing than making out one proposal or deal. *lebay*. Anyway, it is somehow true that it would be such a waste of time studying college but u never gets to practice it in a real work environment.

6. Tidak memiliki pasangan/anak;

Well, this sounds make sense to get yourself busy working and chase a creer, since u’ve nothing to worried, yet… ;p

7. Getting that tertiary;

Isn’t it fuuuuuun???!! Working to earn money, but not to pay the bills. It’s just for the sake of having those fancy shoes, bags, and cloths. Awww!!

8. Menunjukan bahwa wanita bisa lebih baik dari pria

Not much to tell about this, all the girls with this reason; YOU GO GIRL!

9. Mengikuti jejak orang tua;

e.g How many of you see some family which the father, and the children, and even their wife is all doctors?? There are some unwritten rules here in our eastern culture, that a child must run the parents legacy. It could be good, but it could also could get ugly, ladies. Because when u do it for someone else, u might not 100% on doing it, just be careful with that. We don’t want to realize at our 50’s that we have wasted all those years doing things we never really care about. Remember we are what we are, each person is unique.

10. Ingin memperluas pergaulan, networking;

I am fully awared that network is a very important thing, either u are teenagers, housewife, and working women. We should never stop building networks. Set our goals, hit our target, and make it happen. We never know one day all those networking will help us to achieve our goals.

DILLEMAS

As for any decisions in life, career women will also deals with DILLEMAS, and what are they:

  1. Tidak ada waktu untuk diri sendiri demi alasan profesionalisme
  2. Peran Ganda; Tidak ada waktu untuk keluarga, pasangan, atau anak
  3. Dianggap remeh, tidak mampu bersaing dengan pria
  4. Pria enggan mendekati karena merasa terintimidasi oleh pekerjaan kita
  5. Fisik tidak sekuat pria, hukum alam sepertinya, hiks...
  6. Pandangan negative dari keluarga atau sekitar
  7. Naluri keibuan muncul (Ingin mengabdi untuk suami dan anak dirumah)

WHAT MEN THINK

Diakui atau tidak, pria atau pasangan kita punya peran yang cukup penting dalam menentukan pilihan kita untuk mengejar karier atau tidak, bagaimana sih sebenarnya pendapat pria tentang wanita yang mengejar karier? Dan Sosok wanita seperti apa yang mereka inginkan?

Last Tuesday on #LadiesTalk we get to interview some men, and surprisingly, most men nowadays don’t mind having working women to be their partner. Even still, under one condition those women should be able to handle both family and work on balance.

HOW WE DO IT

Nah, untuk wanita menikah diluar sana yang juga bekerja, menurut Triaryati (Psikolog), peran ganda sebagai pekerja maupun ibu rumah tangga mengakibatkan tuntutan yang lebih dari biasanya terhadap wanita. Karena terkadang para wanita menghabiskan waktu tiga kali lipat dalam mengurus rumah tangga dibandingkan dengan pasangannya yang bekerja pula. Penyeimbangan tanggung jawab ini cenderung lebih memberikan tekanan hidup bagi wanita bekerja, karena selain menghabiskan banyak waktu dan energi, tanggungjawab ini memiliki tingkat kesulitan pengelolaan yang tinggi.

Berarti dalam hal ini, working mothers boleh berbangga, karena belum tentu loh seorang pria bisa memiliki peran ganda sebagai pencari nafkah sekaligus mengurus rumah & anak. Tapi, however strong we are, there are times we feel like quitting right, nah semoga beberapa tips dibawah ini bisa menjadi guidance untuk bertahan ya:

  1. Ambitioust, Calm & Confidence; Believe that we can
  2. Set a goal, know what you are doing, make it happen; Those who succeed are willing to try, fail, and try again. You’ve heard the saying “no risk, no reward”. In order to advance in any area of your life, you have to be willing to go out on a limb. But more than that, you must have the willpower to pick yourself up when you fall flat on your face, and continue with even more resolve.
  3. Support from Family, Friends, and Partner
  4. Good Time Management; Untuk diri sendiri, keluarga, pasangan, kehidupan social. Never forget to treat yourself a “me-time” once in a while.
  5. Membuat skala prioritas; Tingkatan yang paling penting bagi disiri kita, keluarga, dan masa depan
  6. Resourceful; Never stop learning dan jadikan kekuatan interpersonal kita sebagai wanita dalam bekerja. Kita punya kelebihan dalam bidang interpersonal, insting, we use feelings, jadikan semua itu kunci keberhasilan.
  7. Maintain good communication; Dengan keluarga, pasangan, juga rekan kerja. We never know what will happen and we might need them to succeed
  8. Don’t complain; This would be the LAST but NOT THE LEAST. Don’t be so whiny about it, we are a grown-up young ladies, we can handle everything nice & smoothly. We are fully aware of the consequences and we take responsibility to our actions, right??

THE POINT IS…

Wanita Indonesia memang beragam. Sebagian memilih karir sebagai sarana mengekspresikan diri. Sebagian lagi memilih berkonsentrasi pada keluarga dan sebagian lagi cukup sukses menjalankan keduanya. Tidak ada yang salah dari keduanya, semua kembali ke pribadi masing-masing dan menjadi HAK masing-masing wanita untuk memilih. Tinggal bagaimana kita menyikapi dan menjalani profesi tersebut dengan sebaik-baiknya. So ladies, whether u’re working or not, make sure that decisions is yours to make ok…

*Singing : I’m Every Women – Chaka Khan*

Oops, angkatan bgt ya pilihan lagunya? Ganti deh… *I’m a women hear me roar… - Hellen Reddy* Hadoooh, LEBIH JADUL!!

*tutup playlist, tidur*

Selasa, 03 Mei 2011

Blues Blues Blues

** May 3 Tue 08:23 **
Nin*s
Gw mau nangiss.. Masa sched terbang gw begadang mulu...! 5 mlm berturut2..! Kesel bgt gw..
Emang gw batman! Ngalong mulu!

** May 3 Tue 10:36 **
Aj*ng N
Gw lg di lobby menara BCA GI, mau meeting dengan segala keribetan dan dengan otak gw yg penuh sampahhh.. Tiba tiba gw liat cewe umur 30an,keluar dari atm, pake celana super pendek, kaos, sendal jepit dan naek ke Alphard nya!!! Rasanya pengen gw tembak tu orang dan gw buang mayatnya kelaut mati !!


--->> berikut adalah terusan beberapa curahan hati my besties di grup BB kami, hehehehe...

How many of us think that life is so unfair??

Why i have to work my as* like this while the other person is enjoying life with all the money n luxurity, or why does the bitch*s always got the good guy?? why this, why that...

Well, u are not alone my dear...

Sometimes we are so overloaded with work n getting a little bit "grumpy", apalagi klo liat org lain yang hidupnya "terlihat" sgt bahagia, and it's very normal, we're human after all.

Gw jg sering berpikir betapa beratnya hidup ini *lebay dikit*, bangun pagi ngurusin anak & suami, trus brkt kerja, tingkat stress tinggi, pulang mlm, cape, dan harus meluangkan waktu bwt anak2 gw yang sudah sgt pengertian ditinggal seharian sama bundanya, waking up in the midnight several times to breastfeed my baby boy or making milk for Shaulla, dan terkantuk-kantuk lagi paginya u/ memulai rutinitas serupa.

Sometimes, I feel so jealous with my single besties or a working-at-home mom, kalo uda gitu pasti yang keliatan besar itu yang jelek-jeleknya aja deh dari hidup ini.

Dulu waktu gw baru melahirkan anak kedua, i'm having a bad baby-blues, si kaka sgt demanding, jealous berat sama adeknya, tiap hari ada aja kelakuannya untuk cari perhatian, blm lagi harus menyusui lg setiap saat setiap waktu, bknnya ga ikhlas, tp ada saatnya seorang "ibu menyusui" terutama ASI Ekslusif seperti gw, bisa sgt depresi krn merasa seperti robot yang hidup untuk org lain. Makan makanan "sehat" supaya ASInya bagus, minum vitamin biar ASInya banyak, minum jamu biar "rapet" jadi suami seneng, di "bengkung" biar stretch-mark pasca melahirkannya hilang, ga boleh kelwar rumah sampe 40 hari/nifas selesai dan sebagainya dan sebagainya.

Trus gw curhat ke temen gw yg uda pengalaman, and her tips really help me, dia cuma minta gw untuk pergi sejenak senengin diri, titipin anak sebentar ke neneknya, lakuin apa aja yg bisa bikin seneng, ke supermarket kek, beli makanan yg gw suka kek, nyalon kek, pokonya anything yg bisa menghilangkan kepenatan gw sejenak dr rutinitas.

Waktu itu gw coba dengan pergi beli belanja bulanan aja ke supermarket, trus mkn siomay kesukaan gw, and i am so happy, hehehe, believe it or not, gw pulang dengan perasaan refresh hanya dgn pergi ke supermarket sebentar, dan merasa sangat-sangat kangen n ready for another challenging day sama anak-anak.

It's that simple. But it's always works sampai hari ini!!

In times like that, sometimes our mind is too overloaded , we forget how lucky we are.

That is why we need a reminder, we need "pelampiasan" we need "tempat sampah", we need BEST-FRIENDS to share our problems, laughing at each other misery.

BBM diatas contohnya, baca itu aja gw yg lg sakit jd ketawa, pdhl temen lg menderita, tp gw jg tetep ksh support lho yaaaa, hehehehe... begitulah sahabat... Disaat-saat terburuk dalam hidup gw, gw selalu bersyukur masih punya sahabat-sahabat yang tulus sayang sama gw, yang ngga ragu untuk ngomelin gw ketika gw salah, dan ngedukung hal-hal positif yang gw lakuin.

Ga kebayang apa jadinya hidup tanpa sahabat... Eh, kebayang sih, ada contohnya, dan terbukti org yg tanpa sahabat cenderung sombong, ga bisa menghargai perasaan org lain, dan merasa dia yang paling hebat. hmmm, jangan sampe kita tergolong kaum yang seperti itu ya nakkk... ;ppp

Jadi teman-teman, every time things get harder in life, do something to reward urself, no matter how simple it is, do it, u deserve it.

And of course, never forgets, how lucky u are to have someone called; bestfriend!! Jadi tumpahkanlah unek-unek itu, laugh on it together, feel happier together...

*group hugs*